Baca doa ini setelah takbir.
ٱللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلَا رَادَّ لِمَا قَضَيْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَا ٱلْجَدِّ مِنْكَ ٱلْجَدُّ
Allâhumma lâ mâni'a limâ a'thaita, wa lâ mu'thiya limâ mana'ta, wa lâ râdda limâ qadlaita, wa lâ yanfa'u dzal-jaddi minkal-jadd
Ya Allah, tidak ada yang menahan apa yang Engkau beri, tidak ada yang memberi apa yang Engkau tahan, dan tidak ada yang menolak apa yang Engkau tetapkan. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan di sisi-Mu.
Selengkapnya Simpan Ubah tampilan Ubah tampilan Tampilkan Arab Tampilkan Latin Tampilkan terjemahanHR. Bukhari & Muslim
Dari Mughirah bin Syu'bah: Nabi setelah salam berdzikir, lalu berdoa Allâhumma lâ mâni'a limâ a'thaita, wa lâ mu'thiya limâ mana'ta, wa lâ yanfa'u dzal-jaddi minkal-jadd.
Hadis tidak menyebut wa lâ râdda limâ qadlaita. Kalimat itu ada di wirid Perukunan Melayu.
Sumber lengkap
Kitab Shahih al-Bukhari
Derajat sahih
Teks Dari Mughirah bin Syu'bah: Nabi setelah salam berdzikir, lalu berdoa Allâhumma lâ mâni'a limâ a'thaita, wa lâ mu'thiya limâ mana'ta, wa lâ yanfa'u dzal-jaddi minkal-jadd. NU Online / Perukunan Melayu
Susunan wirid setelah sholat fardu dikutip NU Online dari Perukunan Melayu, ikhtisar karya Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari. Sunnah amalan, bukan rukun sholat.
Sumber: NU Online, susunan wirid setelah Zuhur, Ashar, dan Isya, serta Maghrib dan Subuh.
Sumber lengkap
Kitab Perukunan Melayu
Teks Susunan wirid setelah sholat fardu dikutip NU Online dari Perukunan Melayu, ikhtisar karya Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari. Sunnah amalan, bukan rukun sholat. Lanjut Sebelumnya