Syahadat

Baca dua kalimat syahadat.

لَا إِلٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ ٱللَّهِ صَلَّى ٱللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَلِمَةُ حَقٍّ عَلَيْهَا نَحْيَىٰ وَعَلَيْهَا نَمُوتُ وَبِهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ ٱللَّهُ تَعَالَىٰ مِنَ ٱلْآمِنِينَ بِرَحْمَةِ ٱللَّهِ وَكَرَمِهِ

Lâ ilâha illallâhu muhammadur rasûlullâh shallallâhu 'alaihi wa sallam, kalimatu haqqin 'alaihâ nahyâ wa 'alaihâ namûtu wa bihâ nub'atsu in syâ'allâhu ta'âlâ minal-âminîna birahmatillâhi wa karamih.

Tiada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah, semoga Allah memberi rahmat dan salam kepadanya. Ini kalimat yang benar. Dengannya kami hidup, dengannya kami mati, dan dengannya kami dibangkitkan, insya Allah termasuk orang yang aman, dengan rahmat dan kemuliaan Allah.

Arti kata

Selengkapnya

Ubah tampilan
Ubah tampilan
  • NU Online / Perukunan Melayu

    Susunan wirid setelah sholat fardu dikutip NU Online dari Perukunan Melayu, ikhtisar karya Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari. Sunnah amalan, bukan rukun sholat.

    Sumber: NU Online, susunan wirid setelah Zuhur, Ashar, dan Isya, serta Maghrib dan Subuh.

    Sumber lengkap
    Kitab
    Perukunan Melayu
    Teks
    Susunan wirid setelah sholat fardu dikutip NU Online dari Perukunan Melayu, ikhtisar karya Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari. Sunnah amalan, bukan rukun sholat.