Tahlil sepuluh kali

Baca tahlil ini sepuluh kali.

لَا إِلٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ ٱلْمُلْكُ وَلَهُ ٱلْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Lâ ilâha illallâhu wahdahû lâ syarîka lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu yuhyî wa yumîtu wa huwa 'alâ kulli syai'in qadîr (10×)

Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujian. Dia menghidupkan dan mematikan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. (sepuluh kali)

Arti kata

Selengkapnya

Ubah tampilan
Ubah tampilan
  • NU Online / Perukunan Melayu

    Susunan wirid setelah sholat fardu dikutip NU Online dari Perukunan Melayu, ikhtisar karya Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari. Sunnah amalan, bukan rukun sholat.

    Sumber: NU Online, susunan wirid setelah Zuhur, Ashar, dan Isya, serta Maghrib dan Subuh.

    Sumber lengkap
    Kitab
    Perukunan Melayu
    Teks
    Susunan wirid setelah sholat fardu dikutip NU Online dari Perukunan Melayu, ikhtisar karya Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari. Sunnah amalan, bukan rukun sholat.