Dua ruku per rakaat

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ۝ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ ۝ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ۝ مَٰلِكِ يَوْمِ ٱلدِّينِ ۝ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ۝ ٱهْدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلْمُسْتَقِيمَ ۝ صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ ٱلْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ

Bismillâhir-rahmânir-rahîm. Al-hamdu lillâhi rabbil-'âlamîn. Ar-rahmânir-rahîm. Mâliki yaumid-dîn. Iyyâka na'budu wa iyyâka nasta'în. Ihdinash-shirâthal-mustaqîm. Shirâthalladzîna an'amta 'alaihim ghairil-maghdlûbi 'alaihim wa ladl-dlâllîn.

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkau kami menyembah dan hanya kepada Engkau kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus. Jalan orang yang Engkau beri nikmat, bukan jalan orang yang dimurkai, dan bukan jalan orang yang sesat.

Orang membungkuk dengan kedua tangan memegang lutut.

Bungkuk hingga punggung rata. Kedua tangan di lutut.

Arti kata

Selengkapnya

Ubah tampilan
Ubah tampilan
  • NU Online, Tata Cara Shalat Gerhana

    Sunnah muakkad saat gerhana terlihat. Dua rakaat, dua ruku tiap rakaat. Niat matahari (*kusuf*) dan bulan (*khusuf*) tidak sama; masing-masing sendiri, imam, atau makmum. Seruan ash-shalâtu jâmi'ah, tanpa adzan. Setelah salam dua khutbah seperti Id, tanpa takbir Id di khutbah. Munfarid tidak berkhotbah. Bukan di tempat yang gerhananya tidak terlihat. Bukan alarm cuaca.

    Sumber lengkap
    Kitab
    Nawawi Banten, Nihayatuz Zain
    Teks
    Sunnah muakkad saat gerhana terlihat. Dua rakaat, dua ruku tiap rakaat. Niat matahari (*kusuf*) dan bulan (*khusuf*) tidak sama; masing-masing sendiri, imam, atau makmum. Seruan ash-shalâtu jâmi'ah, tanpa adzan. Setelah salam dua khutbah seperti Id, tanpa takbir Id di khutbah. Munfarid tidak berkhotbah. Bukan di tempat yang gerhananya tidak terlihat. Bukan alarm cuaca.